Mengenal Tradisi Upacara Tujuh Bulanan dalam Adat Sunda

0
56

RAGAM-Di masyarakat Sunda pada saat seorang ibu mengandung tujuh bulan selalu dilaksakan upacara Tingkeban, Yaitu memandikan ibu mengandung dengan berbagai tradisi yang sudah dilaksanakan secar turun temurun.

Tujuan upacara siraman ini adalah berdoa kepada tuhan agar agar bayi yang di dalam kandungan dan ibu yang melahirkan selamat.

Adapun arti Tingkeban ini, berasal dari kata tingkeb yang artinya tutup. Maksudnya, si ibu yang sedang mengandung tujuh bulan tidak boleh bercampur dengan suaminya sampai empat puluh hari sesudah persalinan.

Biasanya dalam upacara ini, biasa diadakan pengajian dengan membaca ayat-ayat Alquran surat Yusuf, surat Lukman dan surat Maryam. Dipersiapkan peralatan untuk upacara memandikan ibu hamil serta  rujak kanistren yang terdiri dari tujuh macam buah-buahan.

BACA JUGA: Mitos Tidak Pakai Celana Dalam Bisa Memperbesar Mr P, Berikut Faktanya

Dalam prosesi siraman Ibu yang sedang hamil dimandikan oleh tujuh orang keluarga dekat, Tak lupa menggunakan tujuh lembar kain batik yang dipakai bergantian setiap guyuran dan dimandikan dengan air kembang tujuh rupa.

Pada guyuran ketujuh Tradisi Upacara Tujuh Bulanan dalam Adat Sunda, dimasukan belut sampai mengena pada perut si ibu hamil. Hal ini dimaksudkan, agar bayi yang akan dilahirkan dapat berjalan lancar

Sesudah selesai dimandikan, biasanya ibu hamil didandani lalu dibawa menuju ke tempat rujak kanistren tadi yang sudah dipersiapkan. Kemudian sang ibu menjual rujak itu kepada anak-anak dan para tamu yang hadir dalam upacara itu. Dan mereka, membelinya dengan menggunakan talawengkar, yaitu genteng yang sudah dibentuk bundar seperti koin.

BACA JUGA: Misteri Kakek Berjubah Putih di Makam Mbah Dongdo Subang

Sementara si ibu hamil dalam Tradisi Upacara Tujuh Bulanan dalam Adat Sunda selanjutnya menjual rujak, suaminya membuang sisa peralatan mandi seperti air sisa dalam jajambaran, belut, bunga dan sebagainya. Semuanya itu, harus dibuang di jalan simpang empat atau simpang tiga. Setelah rujak kanistren habis terjual selesailah serangkaian upacara adat tingkeban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here