Kisah Tragedi Trowek, 20 orang meninggal Terjun Ke Jurang Ratusan Orang Luka

0
394

Sejarah kelam perkeretaapian Indonesia adalaha Tragedi Cirahayu atau Tragedi Trowek yang terjadi pada 25 Oktober 1995 yang menelan korban 20 orang meninggal duni dan ratusan lainya luka ringan hingga berat.

Kejadian di jembatan trowek itu bermula ketika kereta api galuh yang merupakan kereta api kelas ekonomi membawa penumpang sebanyak 300 Orang dalamm enam rangkaian mengalami kerusakan di di stasiun Cibatu hingga malam hari.

kereta api galuh ditarik dengan lokomotif CC 201 75 dan masuk di rangkaian jalur dua, sementara itu kurang lebih 30 menit dibelakangnya masuk pula kereta api Kahuripan yang menarik tujuh rangkaian gerbong dengan 484 pemumpang.

Kerusakan yang dialami kereta api galuh membuat jadwal kereta api menjadi terganggu, Padahal dibekangnya ada rangkainan kereta api lainya menunggu jadwal pemberangkatan.

BACA JUGA: Misteri Angkernya Jalur Ranca Darah Purwakarta yang Pernah Menjadi Tempat Pembantain Warga Tionghoa

Rute kereta kereta api galuh adalah Jakarta menuju Banjar dan rute kereta api Kahuripan dari Bandung  menuju Kediri. Mengingat waktu yang semakin mendesak mereka akhirnya memutuskan untuk merangkai kedua kereta api tersebut menjadi satu, yang nantinya akan ada 13 rangkaian dengan 2 lokomotif.

Penggabungan kedua kereta tersebut hanya akan sampai Stasiun Banjar selanjutnya kereta api Kahuripan akan melanjutkan perjalanan sampai dengan stasiun Kediri.

BACA JUGA: Mitos Tidak Pakai Celana Dalam Bisa Memperbesar Mr P, Berikut Faktanya

Penggabungan ini sebenarnya bukan masalah jika dilihat dari segi teknis, masalah sebenarnya mereka akan melalui jalur yang terbilang ekstrem dengan beban yang lebih dari kondisi normal.

Mereka akan berjalan menanjak melewati warung bandrek bumi waluya atau Malangbong sebelum akhirnya mereka akan tiba di Stasiun Cipeundeuy, setelah itu Kereta api akan menurun hingga sampai ke Stasiun Ciawi sebelum akhirnya mereka sampai Tasikmalaya.

Ketika kereta berangkat semuanya masih berjalan normal seperti biasanya, hingga tengah malam kereta akhirnya sampai di stasiun Cipeundeuy dalam kondisi baik dan setelah itu kata langsung segera berangkat kali ini jalurnya akan menurun sampai ke Stasiun Ciawi.

AKIBAT REM BLONG

Disinilah awal dari peristiwa naas itu mulai terjadi tanda-tanda rem blong saat itu sudah mulai terlihat, penumpang saat itu hanya merasakan bahwa kereta melaju sangat kencang seperti terbang namun saat itu ia tak mengira jika itu adalah gejala rem blong.

BACA JUGA: Pesona Tiga Curug di Danau Ciwideng Tanjungwangi Subang

Namun berbeda halnya dengan keadaan di ruang lokomotif, masinis kereta api galuh yaitu Edi Herman dan Juju sebagai sebagai pembantu masinis kewalahan mengendalikan kereta api yang melaju kencang.

Mereka berusaha meneurunkan kecepatan kereta, namun lokomotif tidak bisa mengerem, akhirnya masisinir mengeluarkan panggilan darurat untuk meminta pertolongan kepada awak kereta di belakang untung menarik rem darurat.

Namun karena terlalu dekat dengan jembatan Cibahayu atau jembatan trowek yang menghubungkan Cipendeuy dan Cirahayu dimana diujung jalur tersebut menikung.

Akibat rem blong tersebut kereta keluar jalur dan langsung anjlok dan menabrak tebing diujung jembatan sementara lokomtif dibaigian belakang masih terus mendorong maju sehingga rangkainan kereta terguling bahkan empat diantaranya terjun ke jurang.

Bahkan ada penumpang yang selamat namun tidak sadar berada diatas jembatan hingga malah jatuh ke Jurang.

Akibat kejadian Tragedi Trowek 20 orang dilaporkan meninggal dunia 90 orang mengalami luka berat dan 246 orang mengalami ringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here