Mengenal Kesenian Gembyung Subang Yang Semakin Tersisihkan Zaman

Mengenal Kesenian Gembyung Subang Yang Semakin Tersisihkan Zaman

SENI BUDAYA– Kesenian Gembyung Subang merupakan salah satu kesenian peninggalan para wali yang digunakan sebagai alat untuk menyebarkan agama islam.

Dilansir dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, 2018 Gembyung berasal dari dua suku kata yaitu Gem dan Yung. Gem berasal dari kata Ageman yang artinya ajaran, pedoman, atau paham yang diikuti oleh manusia, dan suku kata Byung berasal dari kata Kabiruyungan yang artinya kepastian untuk dilaksanakan.

BACA JUGA: Inilah Sejarah Kesenian Sisingaan Subang

Gembyung merupakan alat musik perkusi yang terbuat dari kulit dan kayu. Berdasarkan onomatopea (kata mengikuti bunyi), kata gembyung berasal dari bunyi pola tabuh gem (ditabuh dan ditahan) dan byung (ditabuh dan dilepas).

Pada awalnya kesenian Gembyung Subang berkembang di lingkungan pesantren. Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada upacara-upacara kegiatan Agama Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban dan Kegiatan 1 Syuro yang digelar di sekitar tempat ibadah.

BACA JUGA: Mau Wisata Religi, inilah 31 Makam Keramat Para Aulia di Subang

Pada Perkembangannya Gembyung tidak hanya eksis dilingkungan pesantren, karena pada gilirannya kesenian ini pun banyak dipentaskan di kalangan masyarakat untuk perayaan khitanan, perkawinan, bongkar bumi, mapag sri, dan lain-lain.

Merujuk pada hasil Tim Verifikasi WBTB, “Gembyung”, Formulir Warisan Budaya Takbenda Provinsi Jawa Barat, Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, 2017, Kelengkapan dalam kesenian gembyung terdiri atas waditra (alat musik), pangrawit (pemain alat musik), juru kawih (vokal), penari, dan busana.

Saat ini, kesenian Gembyung di beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat bervariasi baik dari segi waditra, juru kawih, penari, maupun lirik lagu. Variasi waditra seni gembyung dapat dilihat dari penambahan alat musik diantaranya tarompet, kecrék, kendang, dan goong.

admin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: