Misteri Perempuan Cantik Penunggu Hotel Subang Plaza

Misteri Perempuan Cantik Penunggu Hotel Subang Plaza

Bangunan Hotel Subang Plaza yang berada di pusat Kota Subang menyimpan sejumlah misteri yang terkesan angker. Bangunan sudah dibiarkan kosong puluhan tahun tersebut merupakan bangunan bersejarah yang menjadi saksi terbentuknya Kabupaten Subang

Dilansir dari Jurnal lisa di bangunan bekas hotel subang plaza tersebut ada sesosok perempuan cantik yang menunggu bangunan terbengkalai tersebut.

“Jadi awalanya perempuan tersebut korban kecelakaan. Awalnya bertengkar dengan pacarnya kemudian lari malah tertabrak mobil dan meinggal dunia,” Ujarnya.

Di bangunan yang saat ini di tutup dengan pagar seng tersebut pernah ditemukan mayat perempuan yang sudah menjadi tulang benulang   tepat depan patung kuda Hotel Plasa Subang pada Rabu (14/5/2014)

BACA JUGA: Misteri Kakek Berjubah Putih di Makam Mbah Dongdo Subang

Perempuan tersebut bernama mimin seorang penjual bunga, warga bantarwaru yang keseharianya tinggal di gedung wisma karya subang.

Dari sejarah, Hotel Subang Plaza awalnya merupakan sebuah kantor administrasi Inggris bangunan tersebut untuk mengumpulkan dana hasil perkebunan.

BACA JUGA: Inilah Nasi Goreng Enak di Subang Yang Harus Dicoba, Nasi Goreng Mas Wito

Kemudian bangunan tersebut dikuasai Belanda dan dijadikan kantor besar P&T Lands atau dikenal  Het Hoofdkantoor van de Pamanoekan en Tjiasemlandes in Soebang, Markas Besar Pamanoekan and Tjiasem Land.

Selanjutnya setelah kemerdekaan gdenung tersebut dinasionalisakan, yang selanjutnya pada tahun Tahun 2000 dibeli Haji Harun dan dibangun Hotel Subang Plaza yang beroperasi hanya lima tahun hingga 2005 dan kosong hingga sekarang.

BACA JUGA: Sejarah Asal-Muasal Kesenian Doger Subang

Dibangunan ini juga terdengar kabar adanya terowongan bawah tanah yang menghubungkan gedung eks subang plaza dengan gedung wisma karya yang letaknya tidak jauh.

Namun kebenaran adanya terowongan tersebut dibantah para mantan pekerja P&T Lands. Mereka meyebutkan hanya ada ruang bawah tanah yang dulunya dijadikan tempat menyimpan uang hasil perkebunan.

admin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: