Tradisi Perang Tomat Hajatan Buruan Lembang

Tradisi Perang Tomat Hajatan Buruan Lembang

SENI BUDAYA- Tidak Kalah Seru dari Festival La Tomatina di Spanyol, salah satu desa di Kawasan Lembang juga menggelar perang tomat yang dinamakan Rempug Tarung Adu Tomat atau perang tomat.

perang tomat yang digelar pada acara hajat buruan diselenggarakan diselenggarakan tiap tahun saat awal bulan Muharam oleh warga Kampung Cikareumbi RW 3, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang.

Awalanya, Perang tomat ini digelar masyarakat lembang, akibat rasa prihatin tidak bisa memanfaatkan hasil panen berupa tomat lantaran harga yang anjlok.

Kegiatan ini diawali dengan arak-arakan tumpeng dan jampana hasil bumi, kemudian kedua kubu mulai saling melempar tomat dengan diiringi lantunan musik Sunda sampai denga ditiupkan peluit sebagai tanda berakhirnya perang tomat.

Peserta perang tomat harus memakai pakaian pangsi hitam, dilengkapi topeng dan perisai dari anyaman bambu untuk pelindung dari lemparan tomat musuh.

perang tomat lembang
perang tomat lembang

perang tomat merupakan sebuah refleksi para petani kampung cikarembi yang dikemas pada sebuah nilai budaya atau tradisi, yang merupakan puncak dari ruwat lembur Cikareumbi selama tiga hari dalam menyambut bulan Muharram.

Biasa, setelah berkahirnya acara masyarakat langsung membersihkan bekas “peperangan” dan mengumpulkan sisa tomat kemudian mengolahnya menjadi pupuk kompos.

admin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: